Sandi mengajak netizen untuk bersatu menunjukkan kepada media asing kalau Indonesia bisa menggelar Asian Games.
"Ini justru kesempatan kita untuk bersatu, kita tunjukkan kepada asing bahwa kita mampu. Jangan mempertanyakan kemampuan kita, kita ini bangsa besar," kata Sandi saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (23/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 20 Juli, Channel News Asia menurunkan sebuah tulisan berjudul 'Jakarta covers up 'stinky, toxic' river near Asian Games village' sebagai respons atas kebijakan Pemprov DKI menutup permukaan Kali Item di sekitar Wisma Atlet dengan kain jaring.
"Kebetulan cafetaria (Wisma Atlet) lokasinya itu berada di sisi halaman yang dekat dengan sungai, sehingga pada waktu-waktu tertentu, utamanya siang dan sore ketika sungai mengalami penguapan aroma dari sungai itu terhembus angin dan tercium di lingkungan Wisma Atlet," ucap Anies di Balai Kota, Jakarta, Jumat (20/7).
Kritik Channel News Asia sekaligus memperuncing perdebatan di dunia maya soal ketidakseriusan Pemprov DKI menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Sementara Sandi mencoba membandingkan kritik terhadap kesiapan Pemprov DKI dengan kritik terhadap kesiapan Rusia menggelar Piala Dunia 2018 lalu.
"Di Rusia kemarin World Cup semua banyak yang menyoroti. Ternyata di Rusia yang terbaik paling rapi, paling terorganisir," lanjutnya.