Pada Selasa (24/7) malam ini, Ketua Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan bertemu. Menurut Riza dukungan Demokrat akan memperkuat kekuatan Prabowo di Pilpres 2019. Sebab, ia berkata Prabowo juga berpeluang didukung oleh PKS dan PAN.
"Kami dari Gerindra berharap selain bisa berkoalisi dengan PKS dan PAN, bisa berkoalisi dengan Demokrat. Kehadiran Demokrat di koalisi kami akan memberi arti penting," ujar Riza di Gedung DPR, Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, ia mengklaim PKS dan PAN sudah mengurucutkan kadernya sebagai cawapres bagi Prabowo. Dari sembilan nama yang ditawarkan, PKS disebut sudah mengerucutkan dua nama. Sementara PAN tersisa satu nama dari semua empat nama.
"Cawapres nanti akan kami dengar. Kalau Pak SBY mengusung AHY, nanti kami bicarakan dengan partai lain. Pak Prabowo dan Gerindra menghargai partai lain seperti PKS dan PAN," ujarnya.
Aher adalah sebagai mantan Gubernur Jawa Barat yang menjabat dua periode. Dengan memilih Aher, kata Tifatul, Prabowo berpeluang besar menguasai suara di Jawa Barat yang mencapai 30 juta lebih pemilih.
"Kami dalam posisi menawarkan cawapres kami, yang paling utama adalah Pak Aher," ujar Tifatul.
"Dalam tanda kutip Demokrat ini baru istilahnya mendekat. Kami berharap, ya, teman setia, lah. Jangan ujug-ujug datang terus minta posisi," ujarnya. (wis/sur)