"Jangan sampai, dengan isu-isu SARA, dengan isu-isu agama. Cegah rakyat jangan sampai retak gara-gara pesta demokrasi setiap 5 tahun sekali," ujar Jokowi dalam acara Peningkatan Kapasitas Pemerintahan Desa dan Lembaga Kemasyarakatan Desa Tahun 2018, di Yogyakarta, Rabu (25/7), seperti dilansir dari laman resmi Sekretariat Kabinet.
Mencegah rakyat untuk tidak mengunakan SARA dalam pemilu menurut Jokowi akan berguna untuk menyadarkan, mematangkan dan mendewasakan cara-cara berpolitik untuk rakyat, serta mendinginkan suasana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan kebawa suasana karena dikipas-kipas iya kan. Sudah kompornya anget, dikipas-kipasin. Hati-hati. Kepala desa juga jangan sampai ikut-ikutan. Ikut-ikutan terbawa suasana. Lah Saudara-saudara ini tugasnya mendinginkan, menyejukkan, ikut-ikut suasana ya jadi panas lebih panas," kata Jokowi.
Jokowi menegaskan rakyat harus memilih pemimpin yang baik dalam hal prestasi dan rekam jejaknya.
"Jangan energi kita habis nanti. Sudahlah, pilih pemimpin yang paling baik. Rakyat diberitahu, pilih pemimpin yang paling baik, coblos, sudah rukun sudah," pungkas Jokowi. (dal/sur)