Ia mengatakan pihaknya pasti mengundang Mantan Presiden ke-6 RI itu jika ia mau mengunjungi pentolan FPI Muhammad Rizieq Shihab ke Arab Saudi terlebih dulu.
"Jadi kalau seandainya kemarin itu dari Demokrat khususnya bapak Susilo Bambang Yudhoyono berkunjung pada Habib Rizieq, undangan pasti keluar," ujar Yusuf saat ditemui di Menara Penisula, Jakarta, Sabtu (28/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena memang awalnya ijtima ini diracang untuk mengakomodir dan mengajak kelima partai itu secara bersama-sama," ujarnya.
Melihat hal itu, Yusuf mengatakan kelima parpol tersebut telah mendapatkan 'lampu kuning' atau restu dari Rizieq untuk berada dalam satu gerbong koalisi keumatan dan wajib diundang menghadiri acara Ijtima Ulama kali ini.
Acara Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional digelar sebagai wadah bagi para ulama untuk menyampaikan pendapat agar koalisi keumatan segera terbentuk. Langkah ini menindaklanjuti diskusi yang dilakukan beberapa waktu sebelumnya.
"Jadi konkretnya kita sih inginnya setelah koalisi mereka sudah bisa deklarasi paslon sebelum ijtima, tapi kalau sampai ijtima belum belum terealisasi, sudah ada koalisi keumatan dan kebangsaan," kata Yusuf.
Acara tersebut akan merekomendasikan sejumlah tokoh untuk maju sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden di Pemilu 2019.
Tokoh-tokoh yang akan didukung itu antara lain Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri.