Belum 'Sowan' ke Rizieq, SBY Tak Diundang ke Ijtima Ulama

RZR, CNN Indonesia | Sabtu, 28/07/2018 13:44 WIB
Belum 'Sowan' ke Rizieq, SBY Tak Diundang ke Ijtima Ulama Ijtima ulama berlangsung di Hotel Peninsula, Jakarta, 27-29 Juli 2018. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) Yusuf Muhammad Martak mengatakan pihaknya enggan mengundang Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ke agenda Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional yang berlangsung 27-29 Juli 2018 di Hotel Menara Peninsula, Jakarta.

Ia mengatakan pihaknya pasti mengundang Mantan Presiden ke-6 RI itu jika ia mau mengunjungi pentolan FPI Muhammad Rizieq Shihab ke Arab Saudi terlebih dulu.

"Jadi kalau seandainya kemarin itu dari Demokrat khususnya bapak Susilo Bambang Yudhoyono berkunjung pada Habib Rizieq, undangan pasti keluar," ujar Yusuf saat ditemui di Menara Penisula, Jakarta, Sabtu (28/7).
Yusuf mengatakan pihaknya hanya mengundang lima partai politik yakni Partai Gerindra, PKS, PAN, PBB dan Partai Berkarya ke agenda tersebut.


Menurutnya, kelima pimpinan parpol sebelumnya telah bertemu langsung dan bersedia untuk mendukung apapun keputusan yang dikeluarkan Rizieq terkait Pilpres 2019.

"Karena memang awalnya ijtima ini diracang untuk mengakomodir dan mengajak kelima partai itu secara bersama-sama," ujarnya.

Beberapa waktu lalu, Gerindra, PAN dan PKS yang diwakili oleh Prabowo, Amien Rais dan Salim Segaf Al Jufri pernah mengunjungi Rizieq di Arab Saudi pada awal Juni 2018. Setelah itu, disusul oleh Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto mengunjungi Rizieq pada awal Juli lalu.

Melihat hal itu, Yusuf mengatakan kelima parpol tersebut telah mendapatkan 'lampu kuning' atau restu dari Rizieq untuk berada dalam satu gerbong koalisi keumatan dan wajib diundang menghadiri acara Ijtima Ulama kali ini.
"Tapi kalau kita belum pernah bersama dalam satu gerbong dalam kereta ya sudah kita pisah saja dulu," kata Yusuf.

Acara Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional digelar sebagai wadah bagi para ulama untuk menyampaikan pendapat agar koalisi keumatan segera terbentuk. Langkah ini menindaklanjuti diskusi yang dilakukan beberapa waktu sebelumnya.

"Jadi konkretnya kita sih inginnya setelah koalisi mereka sudah bisa deklarasi paslon sebelum ijtima, tapi kalau sampai ijtima belum belum terealisasi, sudah ada koalisi keumatan dan kebangsaan," kata Yusuf.

Acara tersebut akan merekomendasikan sejumlah tokoh untuk maju sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden di Pemilu 2019.

Tokoh-tokoh yang akan didukung itu antara lain Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri.
(stu)