Warga Sembalun Mengungsi, Rumah Porak Poranda Diguncang Gempa

Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Minggu, 29/07/2018 13:13 WIB
Warga Sembalun Mengungsi, Rumah Porak Poranda Diguncang Gempa Warga Sembalun mengungsi akibat gempa yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Barat. (ANTARA FOTO/Zakir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gempa bumi yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (29/7) pagi menyebabkan puluhan rumah di Desa Sembalun, Lombok Timur, mengalami kerusakan. Sejumlah warga pun saat ini telah mengungsi di tempat terdekat.

Salah satu warga, Rendy menuturkan, puluhan rumah di desa tersebut rata dengan tanah.

"Semua bangunan bertembok dengan batako rata dengan tanah. Ada yang rata total, ada juga yang masih berdiri tapi sudah hancur sebagian," ucapnya.


Rendy mengaku beruntung karena rumahnya yang terbuat dari papan justru tak hancur. Ia mengaku masih tidur saat gempa terjadi sekitar pukul 05.47 WIB.

"Saya langsung lari keluar dan masih terasa guncangan gempanya," kata Rendy.

Saat ini Rendy bersama warga lain mengungsi di lapangan. Menurutnya, ada sejumlah warga anak-anak hingga orang tua yang mengalami luka di bagian kepala akibat gempa.

"Sekarang saya di pengungsian umum, semua sudah mengungsi," ujarnya.

Dari keterangan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho hingga saat ini pihak BPBD setempat masih mendata jumlah korban dan bangunan yang rusak. Sutopo mengatakan rekapitulasi data dari daerah ke pusat terkendala sinyal telekomunikasi.

"Pendataan masih terus dilakukan. Sampai saat ini dikabarkan 12 orang meninggal dunia yang terdiri dari 10 orang di Lombok Timur dan dua orang di Lombok Barat. Sementara ribuan rumah dilaporkan mengalami kerusakan," katanya dikutip dari wawancara dengan CNN Indonesia TV.

Selain di kawasan Lombok Timur, gempa juga dirasakan hingga pusat kota Mataram, Lombok.
Warga Sembalun Mengungsi, Rumah Porak Poranda Diguncang GempaWarga Sembalun mengungsi akibat gempa yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Barat. (ANTARA FOTO/Zakir)

Gempa Terasa Hingga Mataram

Gempa bumi yang terjadi di Lombok, NTB, terasa hingga pusat kota Mataram. Berdasarkan data BMKG Mataram, gempa berkekuatan 6,4 skala richter itu berpusat di Barat Laut Lombok Timur di kedalaman 10 kilometer.

Salah satu warga, Theresia Eka mengatakan, saat gempa terjadi dirinya masih tertidur lelap. Eka mengaku guncangan gempa itu cukup keras hingga membuatnya terbangun.

"Tadi waktu gempa lagi tidur sekitar jam enam kurang. Gempanya juga lumayan lama sekitar 10 sampai 15 detik. Cukup terasa, tapi terus ditinggal tidur lagi," ujar Eka kepada CNNIndonesia.com.

Eka dan keluarganya tak keluar rumah karena situasi berangsur kondusif. Namun ia sempat mendengar sejumlah orang keluar dari tempat makan cepat saji Mc Donald's yang letaknya bersebelahan dengan rumahnya.

"Memang goyang tapi tidak parah, cuma orang-orang yang ada di hotel dan Mc Donald's saja pada keluar," katanya.

Tak lama kemudian, kembali terjadi gempa susulan dengan intensitas yang lebih kecil. Menurut Eka, ada sekitar dua hingga tiga kali gempa susulan yang guncangannya cukup terasa.

Sejauh ini, lanjutnya, tak ada bangunan retak atau rusak di kawasan Mataram akibat gempa. Eka mengatakan dampak gempa banyak dirasakan di kawasan Lombok Timur.

"Di daerah sini (Mataram) hanya terdengar sirine-sirine mobil, mungkin untuk drop bantuan," ucapnya.

Gempa juga dirasakan hingga Kabupaten Dompu, NTB. Penjaga hotel Aman Gati di Desa Hu'u, Kabupaten Dompu, Ferdian mengatakan sempat merasakan gempa meski guncangannya tak terlalu kencang. Para tamu hotel pun tak ada yang keluar kamar.

"Karena gempanya sebentar, saya lanjut kerja lagi. Tamu juga tidak ada sama sekali yang keluar, mungkin karena masih pagi, masih pada tidur," kata Ferdian

Kepada CNNIndonesia.com, Kepala BMKG Hary Tjatmiko menerangkan pihaknya mencatat titik gempa berada di 8.26 LS, 116.55 BT, kedalaman 10 kilometer. Gempa yang tercatat pukul 05.47 WIB itu disebutkan tak berpotensi tsunami.

Titik gempa itu sendiri berjarak sekitar 28 km dari Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

(gil)