"Setiap orang punya pendapat masing-masing saya tidak merasa itu sesuatu yang janggal di politik kita. Setiap orang, setiap kelompok, punya hak kebebasan yang sama," ucap AHY saat ditemui usai berorasi di di XXI Ballroom Ballroom Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (3/8) malam.
Ia tak mau mengomentari lebih lanjut soal penolakan itu. AHY hanya mengajak semua pihak, termasuk PA 212, untuk diskusi ke arah yang lebih positif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:AHY: Memang Saya Muda, So What? |
"Sebagai tokoh bangsa, beliau juga selalu mengutarakan hal besar tentang negeri ini. Saya melihat itu di diri Pak Prabowo, mudah-mudahan beliau sukses," tutup AHY.
Padahal Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno sempat menyebut AHY jadi salah satu calon kuat pendamping Prabowo. (osc/pmg)