Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengatakan hal itu telah disepakati dalam pertemuan sembilan sekretaris jenderal partai politik koalisi pendukung Jokowi.
"Ormas keagamaan itu misalnya di Islam ada MUI, selain NU dan Muhammadiyah kita juga akan bicara. Tadi sepakat juga misalnya kita mendengar dari teman-teman misalnya FPI dan sebagainya. Tadi ada usul seperti itu," kata Arsul, di kawasan Menteng, Jakarta, Senin (6/8) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi dalam Pilpres 2019 memang akan mengusung visi dan misi yang disebut sebagai Nawacita Jilid II. Arsul mengatakan masukan dari ormas keagamaan itu akan ditampung Jokowi
"Politik identitas itu kan jangan selalu diasosiasikan dengan jelek," kata dia.
Menurut Arsul politik identitas menjadi negatif jika digunakan untuk menyebarkan hoaks, ujian kebencian, atau fitnah.
Jokowi sampai saat ini masih belum memutuskan siapa tokoh yang akan dipilih sebagai calon wakil presiden.
Sejumlah nama yang muncul jadi kandidat antara lain Ketua PKB Muhaimin Iskandar, Ketua PPP Romahurmuziy, dan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi. (wis/gil)