Pada Kamis (9/8), Mahfud mulai menyiapkan berkas kelengkapan untuk jadi pejabat negara. Ia mengajukan surat keterangan tidak pernah menjadi terpidana di Pengadilan Negeri Sleman, DIY.
Sebuah sumber mengatakan bahwa Mahfud juga sudah menyerahkan riwayat hidup kepada Jokowi, serta membuat SKCK dan surat keterangan sehat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Jalan Panjang Jokowi Gandeng Ma'ruf Amin |
Tak ketinggalan, Mahfud juga sudah mendapatkan susunan acara pengumuman cawapres dan pendaftaran pasangan capres-cawapres di KPU itu.
Cawapres bagi Jokowi yang juga Ketua MUI Ma'ruf Amin. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Mahfud sendiri berada di Restoran Tesate yang berada di seberang Plataran. Ia mengenakan kemeja berwarna putih dan celana bahan hitam, serupa dengan seragam khas Jokowi. Bersama sejumlah orang, dia berada di restoran itu selama hampir satu jam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Mahfud bakal mendeklarasikan dirinya sebagai cawapres pada pukul 18.00 WIB. Informasi lain menyebutkan bahwa deklarasi itu akan dilakukan di Tugu Proklamasi, Jakarta.
Seorang menteri kemudian memberitahukan keputusan yang tiba-tiba itu. Mahfud beranjak dari restoran itu dan menuju kantornya di Kramat VI, Jakarta Pusat.
Jokowi, dalam konferensi pers, kemudian mengumumkan Ma'ruf, yang merupakan Rais Aam Nahdlatul Ulama, sebagai pasangannya di Pilpres 2019.
Presiden Jokowi Widodo saat mengumumkan cawapresnya, di Restoran Plataran, Jalan HOS Tjokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Dia kemudian dipanggil ke Istana Negara, Jakarta, oleh Jokowi. Mahfud justru menyampaikan agar Jokowi tak perlu merasa bersalah. Sebab, ada keadaan yang beresiko.
"Saya sampaikan ke Pak Jokowi, saya tidak kecewa, tetapi memang kaget," ujar Mahfud, di MMD Institute, Jakarta.
Pada akhirnya, PKB mendukung duet Jokowi-Jusuf Kalla. Mahfud yang mengaku sempat berharap jadi cawapres kemudian beralih kubu ke sisi Prabowo Subianto. Ia didaulat jadi ketua tim pemenangan Koalisi Merah Putih (KMP).
Usai kekalahan KMP di Pilpres 2014, Mahfud kembali ke sisi Jokowi dengan diangkat sebagai bagian BPIP.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, di Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis, 9 Agustus. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Akademisi-Politikus
Mahfud lahir di Sampang, Madura, Jawa Timur, 13 Mei 1957. Dia merupakan salah satu tokoh lintas lembaga karena pernah menduduki jabatan di eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
Mahfud muda menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah dan lulus pada 1983. Kemudian, ia melanjutkan S2 Program Magister Hukum di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta dan lulus pada 2010.
Setelah itu, ia melanjutkan S3 Doktor Hukum di Universitas Pajajaran, Bandung dan lulus pada 2012.
Lihat juga:Ulil: Jokowi Belajar dari Pilgub Jawa Tengah |
Setelah tidak menjadi bagian dari Pemerintah, Mahfud masuk ke dunia legislatif. Semula ia merapat ke Partai Amanat Nasional (PAN) ketika masih dipimpin Amien Rais. Ia kemudian memilih berlabuh ke PKB.
Bersama PKB, ia terpilih sebagai Anggota DPR RI untuk menempati kursi di Komisi III dan Wakil Ketua Badan Legislatif periode 2004-2009.
Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta, Kamis (26/01). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Ia juga menjadi anggota Tim Konsultan Ahli pada Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Depkum HAM RI. Saat ini, ia masih menjadi Anggota Dewan Pengarah BPIP.
(gil)
Cawapres bagi Jokowi yang juga Ketua MUI Ma'ruf Amin. (
Presiden Jokowi Widodo saat mengumumkan cawapresnya, di Restoran Plataran, Jalan HOS Tjokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8). (
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, di Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis, 9 Agustus. (
Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta, Kamis (26/01). (