"Jangan mempersempit umat ini anggota organisasi Islam saja. Umat itu luas, semua ketua partai, semua bayar zakat, semua umat," ujar JK di Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia (BI), Jakarta, Rabu (8/8).
Istilah keumatan ini sebelumnya muncul dari Persaudaraan Alumni (PA) 212 sebagai bentuk koalisi dari empat partai yakni Gerindra, PKS, PAN, dan PBB. Koalisi keumatan diklaim memiliki rekomendasi capres-cawapres sendiri dalam pilpres 2019.
JK menuturkan istilah umat yang dimaknai kalangan tertentu justru mempersempit kata umat itu sendiri. Padahal, menurutnya, umat adalah siapapun yang membaca syahadat, menjalankan salat, maupun ibadah puasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan dengan MUI Selasa (7/8) kemarin, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin telah menegaskan agar sesama umat Islam saling menghargai pilihan politik satu sama lain, khususnya menghadapi pileg dan pilpres 2019.