"Tidak dulu," ucap Slamet singkat saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (10/8)
Slamet belum mau merinci alasan PA 212 tidak mendampingi Prabowo-Sandi. Dia mengelak PA 212 enggan mendampingi lantaran rekomendasi Ijtimak Ulama diabaikan Prabowo. Slamet mengatakan PA 212 bersama sejumlah ormas Islam lainnya akan musyawarah terlebih dahulu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan musyawarahkan dulu untuk ambil keputusan," ucap Slamet yang juga juru bicara Front Pembela Islam (FPI).
Di tempat yang sama Presiden PKS sohibul Iman menyatakan partainya akan mendukung Prabowo-Sandi meski partainya tidak mendapat jatah cawapres.
"Sandiaga adalah contoh santri di era post-Islamisme," ucap Sohibul.