Golkar Pasrah soal Peluang JK Jadi Ketua Timses Jokowi-Ma'ruf

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Jumat, 10/08/2018 19:38 WIB
Golkar Pasrah soal Peluang JK Jadi Ketua Timses Jokowi-Ma'ruf Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Fredrich Paulus. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Golkar memasrahkan posisi Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Informasi awal demikian (Ketua Timses), tapi pastinya kita tunggu, dan formasi dari struktur dari TKN ini kan sudah ada," kata Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Friedrich Paulus di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Jumat (10/8).

Lodewijk mengklaim belum mengetahui nama-nama selain JK untuk menempati posisi ketua timses. Dia juga mengklaim Jokowi sudah mengkomunikasikan hal ini kepada Golkar.


"Ya Insya Allah kaya gitu. Salah satu harapan Pak JK yang akan jadi tim pemenangan," kata Lodewijk.
Lodewijk membantah penunjukkan JK sebagai ketua tim kampanye agar mencegah mantan Ketua Umum Partai Golkar itu melakukan manuver politik.

Penunjukkan JK disebut karena kinerja dan hubungan yang baik dengan Jokowi selama memimpin lima tahun terakhir.

"Yang jelas apa yang dilakukanya karena banyak Pak Jokowi minta JK karena beliau tahu kualitas beliau dan Pak JK udah tunjukan loyalitas 5 tahun bukan waktu yang pendek. Kalau Pak Jokowi minta JK berarti Pak Jokowi nilai JK positif," katanya.

Meski demikian, Lodewijk mengatakan saat ini masih tahapan awal pembentukan timses, termasuk penunjukkan JK sebagai ketua.

"Ya kan ini baru tahapan awal inikan paslon daftar setelah paslon daftar baru bicara struktur tim kampanye nasional. Emang tahapannya belum ke sana," kata dia.

Sebelumnya, JK mengaku diminta menjadi ketua tim sukses bagi Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Ia menyatakan masih mempertimbangkan permintaan itu. Namun JK memastikan bakal membantu Jokowi dalam menghadapi pilpres 2019.

JK menyatakan tawaran itu disampaikan langsung Presiden Jokowi. Ia bahkan juga sudah diajak menghadiri deklarasi dan pendaftaran yang dilakukan hari ini. Namun ajakan itu ditolak karena waktunya belum tepat baginya menjadi timses atau penasihat.

Ia memang tak mendetailkan waktu Jokowi menawarkan hal itu. Tetapi, kemarin, Jokowi menyambangi Kantor Wakil Presiden dan berbincang dengan JK sekitar 30 menit.
(ugo)