Kerajaan itu berada di Sayabulu, Kota Serang, Banten, dan dipimpin oleh pasangan suami istri bernama Rudi dan Aisyah.
"Sementara kami hentikan kegiatan, belum diperlukannya tindakan pengamanan. Kita akan kaji lebih dalam bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI)," kata Kapolresta Serang Ajun Komisaris Besar Komarudin, Senin (13/08).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasangan suami istri itupun dikenal warga jarang bersosialisasi dan tak pernah shalat berjama'ah di Masjid ataupun Mushola dekat rumahnya yang baru ditinggalinya sekitar dua tahun.
Lihat juga:Ideologi Kematian Keluarga Teroris |
Dari keterangan sementara, Aisyah mengaku sebagai Ratu Kidul yang menganut agama Sunda Wiwitan yang mengakui Al-Qur'an dan Allah SWT.
Tak cukup sampai disitu, Aisyah mengatakan kalau Allah SWT memiliki makam menyerupai petilasan. Dia pun percaya kalau Nabi Muhammad berjenis kelamin perempuan.
"Kesimpulan kami dia bukan Islam. Dia menyebarkan atas nama Al-qur'an, ini sudah meresahkan. Kalau seperti itu Islam sudah ternodai," kata Sekretaris MUI Kota Serang Anas Tajudin.
"Di luar negeri rekeningnya atas nama Maryam. Di dalam negeri atas nama Muhammad," ujarnya.
(yan)