Kapal feri yang membawa 42 orang itu disebut tenggelam usai mengalami mati mesin dan dihantam ombak tak lama setelah bertolak dari Tobelo.
"Kami menerima informasi tenggelamnya kapal dari penumpang Bandeng atas nama Erwin Mahasari yang menelepon ke Pos SAR Tobelo. Katanya kapal mengalami mati mesin dan dihantam ombak hingga tenggelam di sekitar perairan Loloda, sebelah barat depan Pulau Ibu," ungkap Komandan Pos SAR Ternate, Muhammad Arafah kepada CNN Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Kapal Rombongan IPB Terbalik, 2 ABK Tewas |
"Menerima informasi tersebut, KN Pandudewanata yang kebetulan lokasinya 88,5 mil laut dari koordinat KMP Bandeng langsung diarahkan ke lokasi. Estimasi waktu Pandudewanata menuju ke sana sekitar 4 jam 25 menit," sambung Arafah.
Sementara itu, Pos SAR Tobelo sempat berkoordinasi dengan keluarga penumpang KMP Bandeng. Dari kabar yang didapat, feri tersebut sudah tenggelam.
"Seluruh penumpang sementara evakuasi mandiri dengan menggunakan empat sekoci sekitar 40 mil laut barat daya Pulau Dama, Loloda Kepulauan," jelas Arafah.
(arh/gil)