"Pemilu legislatif dan pemilu presiden adalah kompetisi antarkita, antarsaudara, antarsesama anak negeri, anak bangsa. Mari hadirkan kompetisi ide, gagasan, dan narasi kebangsaan. Kewajiban kita semua saudara-saudara untuk menjaga atmosfer indonesia, harus jauh dari rasa kebencian, rasa permusuhan," ujar Zulkifli.
"Kita punya tanggung jawab sejarah tehadap remaja-remaja kita terhadap anak-anak kita untuk tidak mengotori udara indonesia dengan kebencian dan politik menghalalkan segala cara," sambungnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zulkifli menyatakan pada usia ke-73 bangsa Indonesia memasuki fase penting yakni proses pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Presiden yang akan dilakukan serentak tahun depan.
Pria yang karib dengan sapaan Zulhas itu mengatakan sebagian besar dari kegagalan bangsa Indonesia dalam memecahkan masalah adalah karena ketidakmampuan merawat warisan terbaik dari masa lalu.
"Kunci jawaban menuju bangsa yang merdeka sepenuhnya itu sesungguhnya bisa ditemukan dan digali dari dasar falsafah dan pandangan hidup bangsa indonesia sendiri. Kita tidak perlu mencari kemana-mana," kata Zulhas.
Ia menegaskan ujung dari semua proses kontestasi demokrasi tahun depan harus menguntungkan rakyat Indonesia.
"Partai boleh beda, warna boleh beda, calon presiden boleh beda tapi merah putih kita sama," katanya.
Hari ini MPR, DPR, DPD, mengelar sidang bersama pemerintah di komplek parlemen. Setelah sidang bersama MPR hingga dijadwalkan pada pukul 10.20 WIB, dilanjutkan sidang bersma DPR-DPD RI hingga pukul 12.35 WIB. Setelah rehat, agenda dilanjutkan sidang RAPBN yang dijadwalkan pukul 14.00-16.00 WIB.
Sidang tahunan ini digelar menyambut hari kemerdekaan Indonesia yang diperingati saban 17 Agustus.
Lihat juga: Jokowi-JK Hadiri Sidang Tahunan MPR
(kid/sur)