Andre justru menyebut fakta yang nyata di depan mata adalah perubahan pilihan bakal calon wakil presiden pendamping Presiden Joko Widodo lantaran mendapat tekanan dari partai politik pendukung dan kelompok tertentu.
Itu terjadi ketika Jokowi menggugurkan nama Mahfud MD sebagai pendampingnya dan lebih memilih Ketua MUI sekaligus Rais Aam PBNU Ma'ruf Amin pada detik akhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andre menyatakan Hasto seharusnya dapat membaca bahwa dugaan mahar Rp500 miliar dari Sandiaga adalah hoaks karena telah dibantah oleh PKS, PAN, dan juga Sandiaga. Bahkan, kata Andre, Partai Demokrat juga sudah menyatakan masalah tudingan tersebut selesai.
Sandiaga pun telah menyatakan siap memberikan klarifikasi kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait tudingan mahar Rp500 miliar tersebut.
Mahfud MD batal menjadi cawapres Jokowi di detik akhir. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa) |
"Pak Jokowi ditekan sama partai politik, presiden Jokowi ditekan oleh kelompok tertentu, sehingga presiden Jokowi takut, mengubah pendiriannya," kata Andre melanjutkan.
Andre menyatakan kondisi ini menunjukkan bahwa koalisi yang dibangun Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto lebih solid dibanding dengan koalisi yang mengusung Jokowi. Menurutnya, bakal calon wakil presiden pilihan Prabowo, yakni Sandiaga dapat diterima para partai pengusung, PAN, PKS, dan Demokrat.
"Koalisi ini (Prabowo) menerima tanpa perlu ancam-mengancam gitu loh. Sehingga Presiden Jokowi takut, merubah pendiriannya," tuturnya.
Mahfud pun sudah diminta mempersiapkan segala berkas administrasi serta detail saat akan mendaftar ke KPU. Namun, menjelang pengumuman bersama ketua umum partai politik pendukungnya, Jokowi justru memilih Ma'ruf Amin. (wis/gil)
Mahfud MD batal menjadi cawapres Jokowi di detik akhir. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)