Pawai TK Bercadar dan Bersenjata, Kepala Sekolah Minta Maaf

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Sabtu, 18/08/2018 19:27 WIB
Pawai TK Bercadar dan Bersenjata, Kepala Sekolah Minta Maaf Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Frans Barung. (CNNIndonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Karnaval murid Taman Kanak-kanak (TK) di Probolinggo, Jawa Timur viral di media sosial. Dalam pawai dalam rangka menyambut HUT RI ke-73 itu, sejumlah murid TK bercadar dan membawa replika senjata api.

Pawai Budaya itu digelar Sabtu (18/8) dengan rute Jalan Panglima Sudirman (depan Pemkot) - Jl. Suroyo - Alun-alun, dan diikuti 158 anak Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-kanak (TK).

Video itu langsung beredar di media sosial. Warganet (netizen) ramai- ramai mengomentarinya. Bahkan organisasi kepemudaan seperti GMNI, IPNU, GP Ansor dan Gusdurian Probolinggo memprotes karnaval itu.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menuturkan polisi, TNI telah bertemu dengan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Probolinggo.


"Hasil Konferensi pers tersebut, Kepala Sekolah TK Kartika V-69, Ibu Hartatik meminta maaf kepada masyarakat Indonesia Khususnya Masyarakat Kota Probolinggo atas kegiatan tersebut," tutur Kabid Humas.

Dia mengatakan, Kepala Sekolah TK Kartika selaku penanggung jawab karnaval mengatakan sama sekali tidak bermaksud untuk mendukung atau mengarahkan kegiatan tersebut terhadap kelompok radikal atau kelompok tertentu.
Pawai TK Bercadar dan Bersenjata, Kepala Sekolah Minta MaafPawai Budaya Murid TK Bercadar. (Dok. Istimewa)
Kata Barung, penggunaan atribut peserta pawai budaya berhijrah atau cadar hitam disertai dengan mainan senjata api merupakan ide atau tema dari TK Kartika V-69 Probolinggo itu sendiri.

"Maksud dari mereka merefleksikan perjuangan Rasulullah dan tidak ada maksud mengarah kepada simbol-simbol radikalisme, hanya menanamkan keimanan kepada anak didiknya," kata Frans.
(dik/ugo)