Hal ini dikatakannya menanggapi polemik setelah Mahfud yang batal jadi cawapres untuk Jokowi buka-bukaan di acara Indonesia Lawyer Club (ILC) di TVOne, Selasa (14/8) malam.
Setelah keterangan itu, Romi dan Mahfud bertemu, pada Jumat (17/8), untuk memberikan klarifikasi secara langsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya memang tidak mengetahui sampai Jumat sore, 10 Agustus, seusai pertemuan di resto Plataran, bahwa memang ada 'jalur dapur' yang meminta beliau mengukur baju dan menyiapkan dokumen. Itulah mengapa saya menyatakan keberadaan beliau di dekat Plataran 'barangkali inisiatif timsesnya'," tutur Romi, melalui akun Twitter-nya, Sabtu (18/8) malam.
[Gambas:Twitter]
Romi sendiri tak menjelaskan secara rinci 'jalur dapur' yang dimaksudnya. Namun, Romi mengungkapkan bahwa ada dua jalur pengusulan cawapres kepada Jokowi. Yakni, 'jalur dapur' dan jalur parpol.
"Kami [Romi dan Mahfud] saling memahami bahwa dalam proses nominasi cawapres @jokowi hingga pekan lalu, ada dua jalur terpisah. Pak @mohmahfudmd dikomunikasi oleh 'jalur dapur' sejak 1 Agustus 2018, sementara 'jalur parpol' hampir tak mengkonfirmasi apapun," jelasnya.
"Komunikasi jalur parpol hanya oleh saya yang datang 27 Juli ke rumah beliau, dan beliau ke @cakimiNOW di Mpu Sindok pada Kamis siang, 9 Agustus," imbuhnya.
Guru Besar Hukum Tata Negara Mahfud MD. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga) |
"Namun tidak ada pernyataan bahwa 'saya [Mahfud] sudah final sebagai cawapres'," ucap Romi, menirukan pengakuan Mahfud di acara ILC.
(arh)
Guru Besar Hukum Tata Negara Mahfud MD. (