Islam di Indonesia, kata dia, adalah Islam yang memiliki kesepakatan (Islam mitsab). Sementara, Arab Saudi menerapkan Islam kaffah atau utuh.
"Kesepakatan kita Indonesia merupakan pemerintahan yang republik. Kalau [sistemnya] itu khilafah atau keamiran, itu ditolak bukan karena mereka Islami, tapi bertentangan dengan kesepakatan," jelasnya, pada acara Silaturahim Nahdlatul Ulama Sedunia ke-17 di Jarwal, Mekkah, Sabtu (18/8), dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alhasil, NU harus sehingga harus meneruskan perjuangan dengan menjaga Indonesia dari pemikiran yang menyimpang dari kesepakatan itu.
"Dulu Kiai Hasyim Asyari membela negara ini melalui fatwa yang terkenal, yakni fatwa jihad," kata dia.
NU, Ma'ruf menambahkan, juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga Islam "ahlussunnah wal jamaah".
Sebelumnya, dorongan pembentukan negara berdasarkan syariat Islam atau khilafah menggema, terutama melalui media sosial dan dalam sejumlah demonstrasi.
Misalnya, demonstrasi menolak pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
(arh)