Video yang menayangkan kerusakan itu diunggah akun twitter Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.
Selain aspal yang retak, gempa itu juga menyebabkan kerusakan bangunan, listruk padam, dan longsor di kawasan perbukitan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
Sampai saat ini BNPB mencatat ada dua orang tewas yakni di wilayah Lombok Timur dan Sumbawa.
"Bertambah lagi kerusakannya. Rumah-rumah roboh," ujar Iyan.
Wilayah Lombok pada Minggu (19/8) malam diguncang gempa magnitudo 7,0. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa gempa itu adalah gempa baru dan terpisah dari gempa dengan kekuatan yang sama yang terjadi di Lombok, NTB, pada Minggu (5/8).
Dwikorita menambahkan bahwa jumlah gempa susulan pascagempa magnitudo 6,9 itu mencapai 22 kali, hingga Senin (20/8) pukul 01.25 WITA.
"Di antaranya tiga gempa bumi dirasakan," imbuh dia.
"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tutup Dwikorita.
Pusat gempa itu terjadi di laut 34 km timur laut Lombok Utara) dengan kedalaman 10 Km. Gempa itu dirasakan di wilayah Mataram II, II Lombok Barat, dan II Lombok Tengah. (wis)