Sekjen Koalisi Jokowi Daftar Tim Kampanye ke KPU Naik 'Moge'

Ramadhan Rizki, CNN Indonesia | Senin, 20/08/2018 16:28 WIB
Sekjen Koalisi Jokowi Daftar Tim Kampanye ke KPU Naik 'Moge' Kesembilan Sekjen Parpol Pengusung Jokowi menggunakan Motor Gede saat mengantarkan berkas tim pemenangan nasional ke KPU, pada Senin (20/8). (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sembilan sekretaris jenderal koalisi partai politik pendukung Jokowi yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) mendaftarkan struktur Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Senin (20/8).

Mereka berangkat dari Posko Pemenangan Jokowi-Maruf yang terletak di Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, menuju Kantor KPU yang terletak di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat menggunakan sembilan 'motor gede' alias moge.

Moge yang ditumpangi itu terdiri dari berbagai jenis merek. Terlihat dua unit motor jenis Ducati 250cc, empat unit Kawasaki Ninja 250cc, satu unit Kawasaki Versys 250cc, satu unit Suzuki GSXR 250cc dan satu unit Kawasaki ER-6N 250cc.
Tampak hadir sembilan sekjen parpol penduking Jokowi seperti Hasto Kristiyanto (PDI Perjuangan), Jhonny G Plate (Nasdem), Lodewijk Freidrich Paulus (Golkar), Arsul Sani (PPP), Raja Juli Antoni (PSI), Ahmad Rofiq (Perindo), Verry Surya Hendrawan (PKPI), dan Abdul Kadir Karding (PKB) dan Harry Lontung Siregar (Hanura) duduk berboncengan diatas motor tersebut.


Kesembilan Sekjen Parpol itu kompak menggunakan seragam kemeja putih dengan dasi merah.

Sekjen PPP Asrul Sani mengatakan pihaknya sengaja menggunakan moge untuk mendaftarkan TKN Jokowi-Maruf ke KPU agar tak kalah gengsi dengan Presiden Jokowi yang menggunakan kendaraan yang sama saat pembukaan Asian Games beberapa waktu lalu.

"Kalau capresnya naik motor masa kita naik mobil," ujar Asrul saat ditemui di Posko Pemenangan Jokowi-Maruf di Jalan Camara, Menteng, Jakarta, Senin (20/8).
Selain itu, ia juga mengatakan pihaknya menaiki moge demi efisiensi dan mempercepat jarak tempuh waktu ketimbang menggunakan mobil.

'Biar cepat aja, kalau naik mobil macet, kalau naik motor cepat," kata Asrul.

Sekjen Koalisi Jokowi Daftarkan Tim ke KPU Diarak 'Moge'Presiden Joko Widodo mengendarai motor sambil melambaikan tangan saat pembukaan Asian Games ke-18 tahun 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Minus Ketua TKN

Di tempat yang sama, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding mengatakan pihaknya hanya akan mendaftarkan struktur tim pemenangan ke KPU tanpa mencantumkan nama Ketua TKN dalam struktur tersebut.

"Masih rahasia [nama Ketua TKN], Kemungkinan akan menyusul," kata Karding.

Karding mengatakan nama ketua TKN belum diserahkan ke pihak KPU karena posisi tersebut masih kosong dan masih menunggu Presiden Jokowi yang akan mengumumkan sendiri sosok yang pantas memimpin tim tersebut.

Ia mengatakan pengumuman Ketua TKN akan diumumkan pada pekan ini setelah Jokowi rampung mengurus Asian Games 2018 dan musibah gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Belum disampaikan karena kan presiden masih fokus pada Asian Games sama gempa Lombok sehingga kami tak ingin mengganggu Presiden," kata dia.


Karding juga menegaskan hingga saat ini kesembilan sekjen parpol pendukung Jokowi belum mengentahui siapa calon ketua TKN tersebut. Ia hanya mengatakan nama tersebut hanya diketahui dan menjadi hak prerogatif Jokowi seorang.

"Kalaupun ada yang beredar rumor soal tokoh militer atau sipil itu enggak ada," pungkasnya.

Sebelumnya, tim kampanye nasional pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan fokus meraup kantong suara di sembilan wilayah yang kalah saat pemilihan presiden 2014.

"Ya, kami lakukan analisis betul ada sembilan provinsi yang menjadi perhatian. Kami tentu akan perbaiki profil kontestasi di sembilan provinsi itu," ujar Sekjen Nasdem Jhonny G Plate saat ditemui di posko pemenangan Cemara, Menteng, Jakarta.

Dalam pilpres 2014, Jokowi yang saat itu berpasangan dengan Jusuf Kalla kalah di sembilan provinsi yakni Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Banten, NTB, Kalimantan Selatan, Gorontalo, dan Maluku serta Maluku Utara.

Jhonny meyakini kondisi di sembilan provinsi itu saat ini telah berubah seiring peningkatan suara pada pelaksanaan pilkada Juni lalu.
(pmg/pmg)