Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan modifikasi cuaca itu telah dilakukan sejak Senin (20/8). Namun karena jumlah titik api banyak dan kondisi lokasi kebakaran yang merupakan lahan gambut, maka api belum dapat langsung dipadamkan.
Kata Sutopo, selain membuat hujan buatan, Tim Satgas juga mengerahkan helikopter untuk memadamkan api dengan melakukan bom air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalimantan Barat, kata Sutopo, merupakan wilayah yang memiliki jumlah titik api atau titik api terbanyak. Tercatat jumlah hotspot di Kalbar mencapai lebih dari 500 titik.
Titik-titik api di Kalbar mulai menganggu kehidupan masyarakat. Kata Sutopo, di Kota Pontianak sejumlah sekolah diliburkan karena index standar pencemaran udara sempat mencapai taraf tak sehat.
"Asap menyebabkan gangguan bahkan pada kemarin Bandara Internasional Supadio sempat close sehingga penerbangan menjadi delay," tuturnya.
Lihat juga:Taman Nasional yang Jadi Rumah Orangutan |