Deputi Bidang Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Arman Depari mengatakan informasi tersebut diketahui usai dilakukannya pemeriksaan terhadap terhadap IH.
"Dia mengaku bukan yang pertama kali, sudah berkali-kali menyelundupkan sabu dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut," ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (22/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, Arman mengatakan IH sempat menjadi kejaran BNN. Namun dia hilang di perkampungan di sekitar Pangkalan Susu.
BNN merilis pengungkapan 1,375 ton sabu jaringan internasional di perairan Batam Kepri di kantor BNN, Jakarta, Selasa, 20 Februari 2018. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki) |
"Untuk disidik dengan undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang," ucapnya.
Sebelumnya, IH ditangkap di Pelabuhan Pangkalan Susu, Langkat pada Minggu (19/8). Dia diduga memiliki ratusan kilogram sabu.
Dari kapal tersebut, petugas menyita sabu sebanyak tiga karung. Kemudian, tim melakukan pengembangan atas kepemilikan sabu hingga akhirnya menangkap Ibrahim di Pelabuhan Pangkalan Susu.
Selain IH, BNN juga menangkap lima sosok lain yang merupakan rekan IH yakni Rinaldi, Ibrahim Jompak, A. Rahman, Joko, dan Amat.
Selain sabu, BNN juga menemukan sebanyak 30 ribu butir ekstasi dengan kualitas sangat baik.
(arh/asa)
BNN merilis pengungkapan 1,375 ton sabu jaringan internasional di perairan Batam Kepri di kantor BNN, Jakarta, Selasa, 20 Februari 2018. (