Golkar Belum Punya Pengganti Idrus Marham di Kepengurusan DPP

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Jumat, 24/08/2018 16:27 WIB
Ketua Koordinator Bidang Kepartaian Partai Golkar Ibnu Munzir menyatakan penunjukkan pengganti Idrus harus disetujui Ketua Umum Airlangga Hartarto. Mantan Menteri Sosial Idrus Marham. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Posisi Idrus Marham di kepengurusan DPP Partai Golkar masih belum ditentukan. Hal ini menyusul keputusannya mengundurkan diri sebagai Menteri Sosial dan Ketua Koordinator Bidang Kelembagaan Partai Golkar karena terkait kasus dugaan korupsi PLTU Riau-I.

"Itu kita lihat nanti apakah akan diisi atau tidak karena waktunya kan sudah mepet," kata Ketua Koordinator Bidang Kepartaian Partai Golkar Ibnu Munzir saat dihubungi, Jumat (24/8).

Ibnu yang masih menjalankan ibadah haji ini mengatakan nantinya posisi Idrus akan dibicarakan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan pengurus DPP Golkar lainnya.



Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Samudji membenarkan Idrus sudah mundur dari kepengurusan Golkar setelah mantan Sekretaris Jenderal Golkar itu mengumumkan secara langsung ke publik.

"Ya Idrus mundur dari kepengurusan Golkar," kata Sarmudji dikonfirmasi terpisah.

Idrus tercatat kembali masuk kepengurusan baru Partai Golkar sebagai Ketua Koordinator Bidang Kelembagaan hasil musyawarah nasional luar biasa (munaslub) 2017.

Saat itu, Airlangga secara aklamasi ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Golkar yang baru menggantikan posisi Setya Novanto.

Idrus Marham menyatakan mundur sebagai Menteri Sosial dan pengurus Partai Golkar. Hal itu dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban dirinya serta agar bisa berkonsentrasi menghadapi kasus hukumnya.


Hal itu disampaikan kepada Presiden Joko Widodo, saat berkunjung ke Istana Negara, Jakarta, hari ini.

"Sebagai pertanggungjawaban moral saya, saya mengajukan pengunduran diri kepada Bapak presiden," ujarnya, usai menghadap Jokowi. (ayp)