LSI: Jokowi Unggul di NU dan Muhammadiyah, Prabowo di PA 212

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Jumat, 24/08/2018 17:09 WIB
LSI: Jokowi Unggul di NU dan Muhammadiyah, Prabowo di PA 212 Jokowi-Ma'ruf diklaim ungguli pasangan Prabowo-Sandi untuk kalangan muslim. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA menemukan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin masih unggul di kalangan pemilih muslim dibandingkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hal ini didapat dari hasil temuan survei yang dilakukan LSI dalam tenggat waktu antara 12 Agustus hingga 19 Agustus 2018 pascaKPU menutup pendaftaran bagi capres dan cawapres pada 10 Agustus lalu.

Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar menyebut nama pasangan Jokowi dan Ma'ruf Amin masih melesat diantara pemilih muslim yang dibagi dalam beberapa kategori.


Adapun kategori-kategori itu antara lain masyarakat muslim yang berasosiasi dengan organisasi masyarakat (Ormas), kategori pandangan agama dan politik, kategori tipe negara ideal, kategori frekuensi praktik ibadah, dan kategori panutan.

"Untuk kategori ormas, pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul di segmen NU, Muhammadiyah, dan beberapa ormas lainnya, sementara lawannya Prabowo-Sandi hanya unggul di kalangan PA 212," kata Rully ditemui di kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur, Jumat (24/8).


Sementara untuk segemen lainnya, yakni terkait pandangan politik, tipe negara ideal, terkait praktik ibadah dan panutan tokoh, secara mayoritas Jokowi dan Ma'ruf unggul melampaui Prabowo-Sandi.

Rully menjabarkan keunggulan Jokowi di masyarakat yang berafiliasi dengan ormas ini memang cukup besar.

Dari hasil temuan, LSI Denny JA menemukan masyarakat yang berafiliasi dengan NU sebanyak 41.3 persen, Muhammadiyah 6.3 persen serta PA 212 sebanyak 3.6 persen.

"Sisanya ormas islam lainnya sebanyak 1.4 persen dan yang merasa tidak bagian dari ormas islam manapun 27.0 persen," kata Rully.


Untuk segmen NU sendiri kata Rully nama Jokowi-Ma'ruf Amin langsung melesat unggul dengan perolehan suara sebesar 54.7 persen sementara Prabowo-Sandiaga harus puas dengan perolehan 27.0 persen saja.

Sementara di segmen Muhammadiyah Jokowi-Ma'ruf mendapat dukungan sebesar 50 persen dan Prabowo-Sandi harus puas dengan perolehan 35.7 persen.

"Hanya ada satu segmen dimana Prabowo-Sandi ini unggul. Yakni di segmen PA 212 dimana angka yang diperoleh mereka sebesar 61.1 persen. Sedangkan Jokowi-Ma'ruf hanya mendapat suara 27.8 persen.

"Jadi terkait keormasan ini Jokowi dan Ma'ruf Amin sudah unggul, hanya ada satu segmen yang menolak mereka," katanya.


LSI Denny JA melakukan survei nasional pascapendaftaran capres-cawapres resmi ditutup pada 10 Agustus lalu. Survei itu pun dilakukan dalam jangka waktu antara 12 Agustus hingga 19 Agustus 2018.

Survei itu dilakukan dengan metode face to face interview dengan cara membagikan kuesioner. Survei ini juga memggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden dan menghasilkan margin of error sebesar kurang lebih 2,9 persen. Survei ini sendiri dilaksanakan di 33 provinsi. (DAL)