Perluasan sistem ganjil genap sudah dimulai sejak 1 Agustus 2018. Berdasarkan pengamatan sementara pihaknya, Kemenhub menilai implementasi ganjil-genap dapat mengurangi kemacetan di ibu kota.
"Bisa jadi (perluasan ganjil genap) diteruskan karena melihat dampaknya yang cukup signifikan terhadap kecepatan perjalanan," ujar Direktur Angkutan dan Multimoda Kemenhub Ahmad Yani usai menghadiri sebuah acara di Jakarta, Minggu (26/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasti, saat ini masih dievaluasi," ujarnya.
Kendati demikan, sebelum penerapan sistem ganjil-genap secara permanen, pemerintah perlu memastikan ada kesiapan dari moda transportasi publik. Dengan demikian, pengguna dapat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum dengan nyaman.
Saat ini, lanjut Ahmad, Pemprov DKI telah memperbanyak jumlah angkutan umum terutama bus dalam kota, kereta api, dan MRT dalam waktu dekat.
"Tanpa diiringi perbaikan angkutan umum, tidak akan berhasil yang namanya rekayasa permintaan seperti ganjil genap," ujarnya.
Dalam pergub yang dikhususkan untuk menunjang Asian Games itu, sistem ganjil genap berlaku di ruas jalan HR Rasuna Said dan Jalan Metro Pondok Indah (Jakarta Selatan), Jalan Haji Benyamin Sueb (Jakarta Pusat), serta Jalan MT Haryono dan Jalan DI Panjaitan (Jakarta Timur).
Tak hanya penembahan ruas jalan, tetapi sistem ini juga berlaku untuk perpanjangan hari dari Senin-Jumat menjadi Senin-Minggu. Selain itu durasi pelaksanaan ganjil genap itu diperpanjang mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. (osc)