Direktur Riset Lembaga Survei Charta Politika Muslimin Tanja mengatakan pengusiran terhadap suatu kelompok adalah blunder dari sisi pemerintah. Meski dia tidak mengetahui di balik pembubaran itu ada instruksi dari timses Jokowi atau tidak.
"Saya menilai itu memang merugikan di pihak Jokowi karena kemudian ini terus dikeluarkan, blunder. Walaupun kita tidak tahu apakah ada instruksi dari timses pak Jokowi atau inisiatif publik," kata Muslimin di Jakarta, Selasa (28/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi memang apakah mempengaruhi peta (politik), kita harus uji, tapi dampaknya ke pemerintahan adalah ada pembiaran yang dilakukan pemerintah," ujar dia.
"Kubu Jokowi melakukan hal yang mungkin kampanye yang lebih produktif, misalnya mengkampanyekan program pemerintah atau keberhasilan pak Jokowi dibanding berupaya untuk membendung gerakan oposisi," jelas dia.
"Karena semua warga negara punya hak untuk dilindungi, apalagi seseorang hanya melakukan gerakan tapi tidak menyalahi undang-undang," tutup dia. (osc/wis)