TNI Kerahkan Alat Anti-Drone saat Penutupan Asian Games

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Jumat, 31/08/2018 19:33 WIB
TNI Kerahkan Alat Anti-Drone saat Penutupan Asian Games Panglima TNI melarang drone diterbangkan saat penutupan Asian Games di GBK. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan mengerahkan pemburu drone atau drone buster sebagai bagian pengamanan upacara penutupan Asian Games 2018 di Gelora Bung Karno, Minggu (2/8).

Selain buat menghalau drone liar terbang di kawasan GBK, pemburu drone tersebut berfungsi untuk mengacak sinyal, terutama di kawasan VIP.

"Meningkatkan pemasangan drone buster dalam rangka mengacak maupun melakukan blocking apabila ada yang mengoperasikan drone," kata Hadi dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com pada Jumat (31/8).

Mantan Kepala Staf Angkatan Udara itu mengatakan pihaknya telah melakukan hal serupa ketika opening ceremony Asian Games yang berlangsung pada 18 Agustus lalu.


Hadi juga menegaskan telah melarang masyarakat untuk menerbangkan drone tanpa izin saat penutupan Asian Games.

Hal itu bertujuan untuk mengantisipasi ancaman dari berbagai pihak yang ingin menggagalkan acara tersebut.

"Guna meningkatkan derajat cegah dini dan deteksi dini dalam mekanisme pengamanan guna mengantisipasi adanya kelompok yang ingin menggagalkan kegiatan closing ceremony Asian Games ke-18", kata dia.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pihaknya telah membagi pengamanan penutupan upacara Asian Games 2018 menjadi empat ring.

Kawasan yang jadi fokus pengamanan tersebut akan diamankan 9.442 personel gabungan dari mulai TNI, Polri hingga Satuan Polisi Pamong Praja.

"Ring satu di dalam GBK yang menjadi petugas Panglima TNI, kan ada VIP di sana ada presiden. Katanya ada Jack Ma," Kata Tito di Jakarta Timur, Jumat (31/8). (sur)