Kegiatan ini diselenggarakan untuk menggantikan kegiatan dua kelompok massa berbeda kubu yakni #2019GantiPresiden #2019TetapJokowi yang sebelumnya direncanakan berlangsung di Lapang Karang Pawitan pada Minggu (2/9).
Kedua acara itu akhirnya sepakat untuk dibatalkan setelah pemimpin kedua kelompok bersama sejumlah pemimpin parpol menggelar rapat tertutup di Kantor DPD Golkar Karawang, Rabu (29/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, turut hadir juga Ketua DPRD Karawang Totot Suripto dan perwakilan kelompok relawan #2019TetapJokowi Deden Sofian.
"Deklarasi ini merupakan bagaimana kami menciptakan kedamaian di Karawang. Perbedaan dukungan itu merupakan bagian dari satu cara berdemokrasi, tapi tidak akan mengubah rasa persatuan, kesatuan, dan persaudaraan kami," kata Syukur di lokasi deklarasi.
Dia pun menerangkan, salah satu poin kesepakatan dalam deklarasi ini adalah pertemuan antara pemimpin parpol di Karawang secara rutin setiap dua bulan.
Menurutnya, Karawang harus menjadi contoh dan barometer bagi Indoenesia.
"Karawang harus jadi contoh bahwa beda baju, partai tetap menjaga keutuhan bangsa," katanya.
Lebih dari itu, Syukur membantah bahwa tidak hadirnya perwakilan dari Partai Demokrat, PKB, dan kelompok #2019GantiPresiden merupakan akibat dari ketidaksepakatan tiga pihak itu terhadap acara Deklarasi #2019KitaBersaudara.
Menurutnya, semua pihak sudah sepakat dengan kesepakatan yang dideklarasikan pada hari ini.
"Kami sudah undang, tapi pada prinsipnya menyatakan setuju dengan apa yang kami lakukan," tuturnya.
Catatan Redaksi: Berita ini mengalami perubahan judul pada Minggu (2/9) pukul 16.36 WIB. Sebelumnya tertulis Aksi Pro-Kontra #2019GantiPresiden Diganti #2019KitaBersama. (ugo)