Kumpulan massa bernama Barisan Emak-emak Militan atau BEM ini melangsungkan demonstrasi sekitar dua jam lamanya. Setelah berhasil mengirim perwakilannya ke dalam kantor KPU, mereka justru harus gigit jari.
"Sebenarnya kita diterima dengan baik di dalam walaupun kecewanya kami tidak diterima oleh Ketua KPU," kata salah satu perwakilan massa Kurnia Tri Rayani, Senin (3/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Posisinya enggak tinggi-tinggi amat, harusnya kan emak-emak yang sudah capek ini harus diterima lah," imbuh Kurnia.
"Saya kecewa sewaktu masuk ke dalam justru didorong, padahal kita cuma emak-emak," kata Tri sambil menangis.
Kendati demikian, massa telah berhasil menyampaikan tuntutannya yang meminta KPU adil dalam penyelenggaraan pemilu ini. Mereka menilai Presiden Joko Widodo perlu mundur atau setidaknya cuti kampanye agar potensi penyalahgunaan wewenang tak selama pemilu tidak terjadi.
(arh/gil)