Ancaman itu terjadi beberapa hari sebelum deklarasi GISS, yang rencananya dihelat pada Minggu (2/9).
"Acara deklarasi GISS beberapa hari lalu mendapat ancaman yang serius. Yang mengancam akan membubarkan acara ini," kata Al Khaththath saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (3/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mobilnya ditandain silang dan dilingkarin," kata Al Khaththath.
Ustad Abdul Somad, di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (29/8). (CNN Indonesia/Abi Sarwanto) |
Selain itu, GISS juga dituding sebagai gerakan politik. Padahal, lanjut dia, GISS murni mengajak masyarakat untuk aktif solat Subuh berjamaah di masjid. Sama sekali tidak bermuatan politik.
"Saya kira tuduhan itu tidak masuk akal," ujar Al Khaththath.
Al Khaththath mengatakan masyarakat bahkan telah menunggu di masjid sejak dini hari. Solat Subuh lalu dilakukan secara berjamaah dan diimami oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Tasikmalaya.
Dia mengklaim ada ribuan orang yang ikut salat Subuh berjamaah. Usai solat, Al Khaththath lantas mendeklarasikan GISS.
Sebelumnya, Ustad Abdul Somad, melalui akun Instagram-nya, mengaku mendapat ancaman di sejumlah kota. Hal itu membuatnya membatalkan sejumlah ceramahnya.
(arh/gil)
Ustad Abdul Somad, di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (29/8). (