Ketua Majelis Kerapatan Adat LAM Riau, Datuk Al Azhar mengatakan tak ada yang terancam oleh UAS karena yang bersangkutan hanya menunaikan tugas hati nurani dan ilmunya. UAS hanya melakukan tugas dengan jalan dakwah untuk memperkuat sila Ketuhanan yang Maha Esa.
"Sikap LAM amat menyesalkan itu. LAM membuka diri untuk pihak-pihak yang berpikir merasa terancam oleh majelis ilmu bersama UAS yang diadakan masyarakat untuk dialog terbuka," kata Al Azhar di Pekanbaru, dikutip dari Antara, Selasa (4/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"UAS ini orang berilmu lalu berbagi kepada masyarakat yang berharap, ada kesepakatan UAS dan masyarakat. Lalu dibuat majelis kok malah dihambat dan diintimidasi," ungkapnya.
UAS mengklaim ada beberapa ancaman dan intimidasi yang membuatnya membatalkan tausiyah di beberapa daerah.
Hal tersebut menurutnya membuat beban panitia penyelenggara semakin berat, serta mengganggu kondisi psikologis jamaah serta dirinya. Karena itu dia membatalkan beberapa janji di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta. (osc/sur)