Belakangan, ia baru mengetahui bahwa kepemilikan saham itu untuk membayar utang Heru kepada Setnov.
"Saya tanya ke Pak Setnov katanya untuk bayar utang [Pak Heru] ke Pak Setnov," ucap dia, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (4/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui, PT Mondialindo merupakan perusahaan pemegang saham mayoritas PT Murakabi Sejahtera, salah satu konsorsium lelang proyek e-KTP. Deisti disebut menjadi Komisaris Mondialindo bersama anaknya, Reza Herwindo.
Terpidana korupsi Setya Novanto, di Jakarta, Selasa (28/8). (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Saat diajak pengusaha Heru untuk menjadi komisaris, Deisti mengaku tak memberitahu Setnov terkait jabatan tersebut.
"Saya belum bilang ke Pak Setnov, beberapa bulan kemudian baru saya bilang karena diminta aktif oleh Pak Heru," katanya.
Deisti pun mengaku tak tahu saat disinggung lebih lanjut kaitan Mondialindo dengan Murakabi. Ia juga tak tahu persis posisi Irvanto di Murakabi.
"Saya tidak tahu Irvanto jadi apa, saya belum pernah datang ke kantornya. Kalau ketemu pas acara keluarga saja," tuturnya.
Mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera yang juga keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi, di gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/3). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A) |
Murakabi merupakan salah satu konsorsium yang disiapkan Tim Fatmawati bentukan Andi Agustinus alias Andi Narogong untuk mengikuti tender proyek e-KTP. Perusahaan itu menjadi pendamping konsorsium PNRI, yang akhirnya memenangkan tender proyek senilai Rp5,9 triliun itu.
(arh/gil)
Terpidana korupsi Setya Novanto, di Jakarta, Selasa (28/8). (
Mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera yang juga keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi, di gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/3). (