Mardani Ali Sera, inisiator sekaligus deklarator #2019GantiPresiden mengatakan kontrak politik dibuat karena pihaknya belum memutuskan dukungan kepada Prabowo-Sandi.
"Tergantung sepakat atau tidak teman-teman di 'GantiPresiden' dan Pak Prabowo-Sandi mau tidak kontrak politik," kata Mardani di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (4/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:NTT Larang Gerakan #2019GantiPresiden |
"Kami lagi buat. Contohnya emak-emak, kan, gampang. Pokoknya, kalau Pak Prabowo jadi harga telur Rp11 ribu. Gitu, loh, yang riil. Kalau Pak Prabowo jadi, listrik 2.000 (watt) ke bawah disubsidi. Kalau Pak Prabowo jadi, sekolah gratis sampai ke sepatu, tas, pakaiannya," kata Mardani.
"Jadi belum solid. Kalau pendukung Habib Rizieq nunggu ijtima ulama kedua. Pendukung Pak Rizal sudah mulai ada tanda. Semuanya lagi on going proses," katanya.
Gerakan #2019GantiPresiden menggejala di media sosial. Belakangan gerakan ini aktif menggelar deklarasi di sejumlah daerah di Indonesia. Namun, di sejumlah daerah gerakan ini juga mendapat penolakan.
Penolakan terbaru terjadi di Surabaya dan Riau, Pekanbaru. Di Surabaya, sekelompok massa menolak kehadiran Ahmad Dhani saat hendak menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden dua pekan lalu. Hal serupa dialami Neno Warisman yang ditolak memasuki Pekanbaru.
"Saya kira proses pencegahan seperti itu, ya itu kan memang sudah jadi tugas aparat," kata Jokowi usai menghadiri pembekalan calon legislatif Partai NasDem di Jakarta, Sabtu (1/9) malam. (wis/gil)