"Alhamdulillah, semua kiai-kiai, semua pimpinan pesantren, semuanya," kata Ma'ruf di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (5/9) malam.
Ma'ruf telah melakukan kunjungan ke berbagai Pondok Pesantren (Ponpes) yang tersebar di beberapa wilayah di Jawa Timur pada 3-4 September 2018.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan hanya di daerah-daerah, tapi seperti Ponpes di Kediri, di Tebuireng, Tambak Beras, bahkan di Lamongan yaitu kiai Ghofur misalnya mendukung juga pencalonan saya itu," kata Ma'ruf.
Ia pun mengaku turut meminta doa dan dukungannya kepada para kiai-kiai dan pemimpin pondok pesantren di Jawa Timur agar Jokowi-Ma'ruf dapat berhasil memenangkan Pilpres.
"Saya memberi tahu pada mereka bahwa Pak Jokowi ini Alhamdulillah mau memilih wakilnya dari kelompok kiai dan santri. Karena itu saya memberitahu mereka, minta restu pada mereka kemudian minta doa dan minta dukungan dari kiai kiai itu," ungkapnya.
Di Demak, Ma'ruf menyatakan akan mundur dari jabatan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sesuai prosedur yang tercantum dalam AD/ART NU.
"Setelah nanti sudah ditetapkan sebagai Cawapres nya pak Jokowi, saya akan melakukan pengunduran diri dari Rais Aam PBNU. Tapi harus melalui beberapa tahapan, jadi tidak asal-asalan mundur," kata Ma'ruf.