Menurut Suhud, informasi mudah didapat dari manapun. Alahasil, sehingga wajar jika masyarakat mengetahui kondisi ekonomi sedang rapuh lalu mengkritik pemerintah.
"Di era keterbukaan seperti saat ini sudah tidak tepat pola stigmatisasi dilakukan terhadap pihak-pihak yang tidak sejalan dengan pemerintah," ucap dia, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (7/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah, kata Suhud, sebaiknya bersikap jujur dalam menghadapi realitas pelemahan rupiah. Alangkah baiknya, kata dia, pemerintah menjelaskan secara terbuka dampak pelemahan mata uang itu.
Selain itu, produk yang dikembangkan juga mesti yang berorientasi pasar ekspor. Menurut Handi, hal itu perlu dilakukan sejak dini demi kuatnya fondasi ekonomi dalam negeri Indonesia.
"Sehingga diharapkan akan bisa mengurangi defisit perdagangan, bahkan juga akan memperkuat fundamental ekonomi nasional dimasa yang akan datang.
"Kami sepakat, kita jangan memain-mainkan politik untuk currency ini karena dampaknya pada semua rakyat kecil. Jadi kalau semua itu orang melakukan [politisasi rupiah] itu, saya kira itu pengkhianatan pada negara," ujar Luhut dalam konferensi pers di Pertemuan Tingkat Pejabat Tinggi (SOM) AIS ke-2 di Oriental Mandarin, Jakarta Pusat, Kamis (6/9). (arh/osc)