Mereka akan dilantik Plt Ketua DPRD Kota Malang, Abdurrrochman. Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo juga dijadwalkan hadir dalam pelantikan itu.
"Mendagri sudah memastikan hadir untuk menyaksikan proses pelantikan di Malang. Beliau akan didampingi Gubernur Jatim Soekarwo," ujar Kabiro Humas dan Protokol Setdaprov Jatim Aries Agung Paewai seperti dikutip Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Partai Siapkan PAW Anggota DPRD Malang |
Pergantian Antar Waktu ini dilakukan setelah KPK menetapkan 41 anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka kasus korupsi pembahasan APBD-P 2015. Satu orang sudah dilakukan proses PAW, sehingga masih ada 40 orang yang harus dilantik.
Selain itu, Arief juga disangka menerima uang dari Komisaris PT ENK, Hendarwan Maruszaman senilai Rp 250 juta terkait penganggaran kembali proyek jembatan Kedung Kandang dalam APBD tahun anggaran 2016 pada 2015.
Nilai proyek pembangunan jembatan tersebut sebesar Rp 98 miliar yang dikerjakan secara multiyears mulai tahun 2016 hingga 2018. Baik Arief maupun Jarot dan Hendarwan ditetapkan sebagai tersangka penerima dan pemberi suap.
Selain suap pembahasan APBD-P Kota Malang, KPK juga mendalami gratifikasi dalam APBD 2015 senilai Rp 5,8 miliar dan pengadaan lahan sampah TPA Supit Urang senilai Rp 300 juta.
Kemudian KPK kembali menetapkan tersangka baru. Yaitu 22 anggota DPRD Kota Malang. Mereka disangka ikut menerima uang suap tersebut.
Dengan demikian, kasus suap pembahasan APBD-P yang dikenal dengan 'pokir', gratifikasi dan pengadaan lahan sampah yang dikenal dengan 'uang sampah' itu sudah menyeret 43 orang. Dua di antaranya adalah Wali Kota Malang saat itu, Moch Anton dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Kota Malang tahun 2015, Jarot Edy Sulistyono. Kondisi itu membuat DPRD Kota Malang lumpuh.
Berdasarkan data dari Biro Administrasi dan Pemerintahan Pemprov Jatim, berikut nama-nama yang akan dilantik pada hari ini sebagai anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019:
PDI Perjuangan
1. Retno Mastuti
2. Heri Suyanto
3. Bambang Heri Susanto
4. Luluk Zuhriyah
5. Sutikno
6. Rusman Hadi
7. Sugiono
8. Edy Hermanto
9. Yusana Intiyaswati
Demokrat
10. Nawang Nugraning Widhi
11. Sulastri
12. Nanik Qurrata Akyunin
13. Arif Darmawan
14. Fransiska Rahayu Budiwiarti
Golkar
15. Arief Budiarto
16. Musolli
17. Eddy Widjanarko
18. Budianto
19. Retno Sumarah
Gerindra.
20. Dharman Susanto
21. Moch Andhi Mochsoni
22. Moch Ula
23. Andri Wiwanto
PPP
24. Joko Supriono
25. Abdul Rozaq
26. Achmad Subandiri
PKS
27. Masduki
28. Syaiful Ali Fatah
29. Helmi Teguh Yuana
PKB
30. Abdul Wahid
31. Ike Kisnawati
32. Siti Aminah Rofii
33. M Taufik
34 Siswo Waroso
NasDem
35. Didik Suprayitno.
PAN
36. Dito Arief
37. Ferry Adha Adianto
38. Lookh Makhfudz.
Hanura
39. R Purwono Tjokro Darsono
40. Nicolia Mundzir (antara/kid)