Prabowo-Sandi Buka Peluang Gaet Yenny Wahid Gabung Timses

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Senin, 10/09/2018 21:00 WIB
Kubu Prabowo-Sandiaga menyebut peluang Yenny Wahid gabung timses pihaknya terbuka. Kemungkinan itu terjadi usai Sandi-Yenny bertemu dua kali. Kubu Prabowo-Sandiaga menyebut peluang Yenny Wahid gabung timses pihaknya terbuka. Kemungkinan itu terjadi usai Sandi-Yenny bertemu dua kali. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kubu pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membuka kemungkinan menggaet putri kedua mendiang Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid, ke dalam tim sukses.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengatakan kemungkinan itu terbuka setelah Sandi dan Yenny dua kali bertemu.

Menurutnya, pertemuan Sandi dan Yenny pertama terjadi saat menjenguk istri Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj yang menjalani perawatan pasca-operasi di Rumah Sakit Medistra, Kuningan, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.


Kemudian, pertemuan kedua terjadi di kediaman ibunda Yenny, Sinta Nuriyah Wahid di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan hari ini, Senin (10/9).

"Mungkin (Sandi ajak Yenny gabung timses). Sudah dua kali pertemuan, sejauh itu dalam kesempatan itu Sandi mengajak dan saya rasa bagus saja dan Yenny bagus juga kan," kata Ferry saat ditemui di rumah pemenangan PAN, Jalan Daksa I, Jakarta Selatan pada Senin (10/9).

Namun, Ferry mengaku belum mengetahui seberapa besar potensi bergabungnya Yenny ke dalam Timses Prabowo-Sandi.

Di sisi lain pihaknya tengah mengajak seluruh pihak yang berpotensi meningkatkan perolehan suara pasangan Prabowo-Sandi untuk bergabung ke dalam timses.

"Sekarang kami mengajak semuanya, perlu dukungan kan, kami terbuka. Ya ajaklah yang kami anggap bisa penting, kemudian menambah dukungan," ujar Ferry.

Untuk diketahui Yenny sebelumnya pernah menolak pinangan Gerindra untuk maju sebagai calon gubernur Jawa Timur di Pilkada 2018 silam.

Kala itu, Yenny mengaku tak diizinkan oleh beberapa sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) dan anggota keluarganya.

"Dari sesepuh, bunda saya iya (tidak menginginkan dirinya maju)," kata Yenny seusai bertemu Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu (3/1) silam.

Yenny juga mengaku memikirkan keutuhan NU di Jawa Timur jika dirinya maju sebagai calon gubernur. Yenny menyatakan dirinya memiliki tugas sejarah untuk menjaga keutuhan NU dengan tak memasuki langsung kontestasi politik praktis. (osc/sur)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK