Hal itu ia sampaikan untuk menghadapi rencana Buni Yani bergabung dengan tim kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.
"Untuk menangkal berbagai serangan di medsos, kampanye kita tetap [tonjolkan] kampanye antihoaks anti-SARA, apakah bangsa ini mau care dengan hoaks," kata Lukman saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Selasa (11/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab, kata dia, mencerdaskan masyarakat melalui kampanye antihoaks dan anti-SARA di media sosial dapat menekan akun-akun yang bersifat provokatif di medsos.
Buni Yani, di Jakarta, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Ia mengatakan tindakan tersebut justru mencederai demokrasi karena memanipulasi aspirasi masyarakat sesungguhnya.
"Tim sosmed Pak Jokowi tak ada misalnya membangun sebuah mesin robotic di medsos yang memanipulasi aspirasi masyarakat, padahal enggak gitu juga caranya," kata dia.
Ia mengatakan tim media sosial akan bergerak untuk menyampaikan fakta dan data objektif seputar keberhasilan Jokowi di periode pertama sebagai presiden.
"Intinya kita akan mendidik masyarakat. Menyampaikan fakta dan data. Memperlihatkan kerja keras Jokowi membangun bangsa," kata dia.
Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni, di Jakarta, Sabtu (10/3). (CNN Indonesia/Abi Sarwanto) |
Ia menyatakan Buni berpeluang melakukan ujaran kebencian di Pilpres 2019 meski sudah dijatuhi vonis penjara 1,5 tahun oleh Pengadilan Negeri Bandung.
"Buni Yani ini terdakwa. Bila ia dimasukan ke Timses, berarti modus lama Pilkada DKI akan kembali dipakai," kata dia.
"Insyaallah yah, Insyaallah tak [saya] suruh masuk [tim]," ucap Djoko Santoso usai merayakan ulang tahun ke-66 di kediamannya, Jakarta, Sabtu (8/9).
Djoko mengatakan Buni belum meminta posisi apa pun kepada dirinya terkait persiapan menghadapi Pilpres 2019. Namun, Djoko menganggap Buni memiliki kelebihan, terutama dalam bidang komunikasi.
(arh/wis)
Buni Yani, di Jakarta, beberapa waktu lalu. (
Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni, di Jakarta, Sabtu (10/3). (