"Kami prihatin, jangan sampai krisis ekonomi 1998 bisa terjadi lagi saat ini. Pemerintah diharapkan bisa menangani ini dengan baik," kata dia saat ditemui di Cilegon, Banten, usai memberikan pelatihan kepada calon anggota legislatif (caleg) Partai Berkarya Banten, Selasa (11/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kita lihat dunia usaha, pengusaha kecil sudah mengeluh. Bukan pribumi saja, tapi semuanya sudah mengeluh. Ini hanya bom waktu, bisa meledak kapan saja," terangnya.
"Setiap masyarakat komplain, seolah-olah pemerintah, menteri keuangan, mengatakan [kondisi] ini biasa-biasa saja. Kita sudah mengalami dulu, bahwa tidak jauh berbeda dengan sekarang. Sambutan pemerintah setengah hati,"jelasnya.
Titiek pun meminta pejabat pemerintah yang memiliki simpanan dolar AS untuk melepas ke pasaran untuk membantu pemerintah menekan pelemahan nilai tukar rupiah kepada dollar.
Diketahui, krisis ekonomi sempat terjadi di Indonesia pada 1997 hingga 1998. Pemerintah Soeharto saat itu tak mampu mengatasi anjloknya rupiah meski sudah dibantu IMF. Hal itu memicu demonstrasi akbar yang melengserkan ayah Titiek dari kursi Presiden.
(yan/arh)