Hal itu menanggapi pertemuan Sandiaga dengan istri Gus Dur, Sinta Nuriyah, dan putrinya Yenny Wahid.
Menurutnya, keluarga Gus Dur lebih cenderung menerima platform milik pasangan Jokowi-Maruf ketimbang Prabowo Subianto-Sandiaga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, Antoni mengaku Pilpres merupakan kontes demokrasi yang sulit. Karena itu, ia mengklaim pasangan Jokowi-Maruf memberi ruang bagi semua pihak untuk terlibat dalam pemenangan.
"Jadi sekali lagi kami berharap tentunya nanti dari komunikasi itu Mbak Yenny bisa bergabung, tapi toh selama ini Mbak Yenny lebih memilih netral, misalkan. Tapi dengan diamnya Mbak Yenny pun kira-kira sudah ke kami kira-kira," ujar Antoni.
Lebih dari itu, ia menghormati segala keputusan keluarga Gus Dur di Pilpres 2019.
"Apapun keputusannya kami hormati," ujar Hasto di Gedung High End, Jakarta.
Sebelumnya, Sandiaga menemui Sinta dan Yenny di kediaman Gus Dur di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan. Kunjungan Sandi dilakukan beberapa hari setelah Jokowi menemui Sinta dan Yenny.
Pada Pilpres 2014, keluarga Gus Dur menyatakan netral dan tidak mendukung salah satu pasangan calon. (osc/sur)