Soal Alih Fungsi Wisma Atlet, Anies Duduk Bersama Kementerian

Dias Saraswati, CNN Indonesia | Kamis, 13/09/2018 03:49 WIB
Soal Alih Fungsi Wisma Atlet, Anies Duduk Bersama Kementerian Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, 21 Juli. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan masih terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait kemungkinan alih fungsi Wisma Atlet Kemayoran menjadi rumah susun (rusun).

Anies mengaku telah melakukan pertemuan dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Menteri Sekretaris Negara.

Dari pertemuan tersebut, kata Anies diketahui jika Wisma Atlet tercatat sebagai milik Kementerian Sekretariat Negara.


"Ternyata asetnya dicatat oleh Sekretariat Negara, bukan asetnya PUPR," kata Anies di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (12/9).

Nantinya, sambung Anies dari pembicaraan informal yang telah ia lakukan dengan Menteri PUPR dan Mensesneg akan dilakukan pembahasan lanjutan.

Sebab, menurut Anies, masing-masing kementerian juga memiliki rencana tersendiri terkait dengan pemanfaatan Wisma Atlet usai gelaran Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, di Jakarta, Kamis (6/9).Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, di Jakarta, Kamis (6/9). (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
"Sama-sama ajukan rencana, karena kementerian punya rencana dan kita akan duduk bersama," tutur Anies.

Di masa pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Pemprov DKI memang berencana mengubah fungsi wisma atlet menjadi rusun menengah ke atas pasca-Asian Games 2018.

Ahok beralasan pengubahan fungsi itu sesuai dengan kesepakatan awal saat tanah yang digunakan untuk membangun wisma atlet dihibahkan dari Sekretariat Negara (Setneg) ke Pemprov DKI Jakarta.

"Waktu kami mendapatkan tanah dari Setneg, dari presiden itu sudah dicantumkan bahwa ini peruntukan bukan komersial, tapi sebagai rusun yang sebelum dipakai jadi rusun akan dipinjamkan dulu buat atlet," kata Ahok saat itu.

Beberapa waktu lalu, Anies sempat mengatakan meski secara hukum wisma atlet adalah milik pemerintah pusat, tetapi lokasinya berada di Jakarta. Karenanya, Anies menilai warga Jakarta berhak memanfaatkan wisma atlet itu.

"Tentu memanfaatkan warga yang berada di Jakarta," ujarnya di Pulomas, Jakarta Timur, Selasa (4/9).


(arh/sur)