"Pelaku menyerang tamu ponpes dengan menggunakan senjata tajam jenis parang pada pukul setengah sebelas malam kemarin," kata Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Kamis (13/9).
Barung menceritakan awalnya pengasuh Ponpes An-Nidhomiyyah Achmad Musyafa' mendapat kabar dari warga sekitar bahwa pelaku datang lagi ke wilayah ponpes pada pukul 21.00 WIB, Rabu (12/9). Pelaku sebelumnya pernah tinggal di lokasi ponpes dan bekerja sebagai petugas kebersihan selama kurang lebih dua bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Barung menambahkan pelaku datang kembali ke ponpes dengan mengamuk dan membawa senjata tajam (sajam) jenis parang pada pukul 22.00 WIB, Rabu (12/9). Saat akan masuk ke ponpes, pintu gerbang dihadang oleh santri agar pelaku tidak bisa masuk. Pelaku akhirnya berhasil masuk ke ponpes dengan cara memanjat pagar belakang ponpes.
Pelaku, imbuh Barung, langsung menyerang tamu ponpes yang bernama Nurhaji, dengan menggunakan sajam mengenai lutut kanan. Pengasuh ponpes kemudian mengambil tongkat khutbah dan memukul pelaku dibagian punggungnya.
Barung menuturkan, anggota Reskrim yang mendapatkan laporan tersebut langsung menuju lokasi sekitar pukul 22.30 WIB. Anggota kemudian mencoba mendekati pelaku dilantai atas ponpes. Pada saat anggotanya tiba di tangga lantai atas, pelaku langsung berteriak dan mengamuk, langsung turun dan mengejar anggota sambil membawa parangya.
Barung melanjutkan anggota Reskrim tersebut kemudian memberikan tembakan peringatan sebanyak tiga kali agar pelaku menghentikan perbuatannya. Tapi pelaku tidak mengindahkan dan menyerang anggota.
Saat itu ada satu anggota yang terjatuh dan jaraknya sekitar satu meter dari pelaku. Aipda Zainal Arifin yang rumahnya dekat dengan ponpes ikut membantu anggota Reskrim dan berhasil menarik anggota yang terjatuh itu.
Barung menyampaikan Aipda Zainal yang terjatuh dan jaraknya sekitar setengah meter dari pelaku akhirnya memutuskan mengambil tindakan tegas terukur.
"Aipda Zainal menembak ke arah pelaku untuk menyelamatkan petugas yang saat itu dalam keadaan terancam keselamatannya dan pelaku berhasil dilumpuhkan," kata Barung. (dal/sur)