Sebelumnya, Asia Sentinel menerbitkan artikel karya John Berthelsen berjudul Indonesia's SBY Government: 'Vast Criminal Conspiracy yang mengungkap konspirasi pencurian uang negara sebesar USD 12 miliar oleh 30 pejabat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam semua proses yang dilakukan berbagai lembaga itu, kata Hinca, tidak ditemukan fakta bahwa SBY menerima aliran dana dari bail out Bank Century.
Lihat juga:'Sentilan' SBY dan Polemik Kasus Century |
Tidak tanggung-tanggung, Hinca juga mengatakan Demokrat bakal menggugat pihak lain yang turut menyebarluaskan berita Asia Sentinel. Pihak yang memainkan isu tersebut pun terancam digugat.
"Dan bagi pihak-pihak di Indonesia yang juga ikut 'menggoreng' dan menyebarluaskan berita yang tidak benar dan penuh fitnah ini akan kami ambil tindakan hukum yang sama," ujar Hinca.
Diketahui, John Berthelsen mengaku tulisannya merujuk kepada laporan hasil investigasi dari gugatan Weston Capital International terhadap Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ke Mahkamah Agung Mauritius. Namun, menurut Hinca, tulisan John Berthelsen jelas tidak objektif dan mengandung opini pribadi bernada fitnah.
Hinca mengatakan bahwa isi gugatan Weston Capital International sama sekali tidak menyebut nama SBY dan Partai Demokrat. Atas dasar itulah Hinca menganggap John Berthelsen telah memfitnah SBY.
"Jika isi gugatan Weston Capital itu benar dan niatnya bukan untuk mencemarkan nama baik SBY, maka kami persilahkan gugatan ini diajukan di Indonesia. Dan kami siap menghadapinya," ucap Hinca.
Bahkan, Hinca mengatakan John Berthelsen pun sudah pernah menulis isi gugatan antara Weston Capital International pada November 2017. Dalam tulisan John Berthelsen itu juga tidak menyebut nama SBY dan Partai Demokrat. Pihak yang menerbitkan tulisan John Berthelsen itu pun Asia Sentinel.
(eks)
"Dan bagi pihak-pihak di Indonesia yang juga ikut 'menggoreng' dan menyebarluaskan berita yang tidak benar dan penuh fitnah ini akan kami ambil tindakan hukum yang sama," ujar Hinca.
"Jika isi gugatan Weston Capital itu benar dan niatnya bukan untuk mencemarkan nama baik SBY, maka kami persilahkan gugatan ini diajukan di Indonesia. Dan kami siap menghadapinya," ucap Hinca.
Bahkan, Hinca mengatakan John Berthelsen pun sudah pernah menulis isi gugatan antara Weston Capital International pada November 2017. Dalam tulisan John Berthelsen itu juga tidak menyebut nama SBY dan Partai Demokrat. Pihak yang menerbitkan tulisan John Berthelsen itu pun Asia Sentinel.