Rencana pengaduan ini mengemuka saat Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengadukan Asia Sentinel ke Dewan Pers Indonesia pada Senin (17/9).
Hinca juga berencana mengajak Dewan Pers Indonesia untuk ikut Partai Demokrat bertemu Dewan Pers Hongkong.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Hinca juga meminta Dewan Pers Indonesia untuk memanggil media lokal yang menyadur artikel Asia Sentinel.
"Soal siapa yang menggoreng tadi atau media-media lokal. Kami akan undang media-media lokal itu minta Dewan Pers supaya dipanggil, untuk kita cari tahu cara kerjanya dulu setelah itu secara lengkap kami sampaikan untuk klarifikasi kepada medianya," ujar Hinca.
Salah satu hasil penyelidikan sementara, Hinca menyebut laman Asia Sentinel tidak mencantumkan alamat kantor redaksi yang jelas.
Ditunggangi Kepentingan Politik
Asia Sentinel pada 11 September lalu menerbitkan artikel karya John Berthelsen berjudul Indonesia's SBY Government: 'Vast Criminal Conspiracy yang menuding SBY terlibat dalam pencucian uang dana bail out Bank Century.
Tudingan tersebut langsung dibantah oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief. Dia membantah bahwa Bank Century menyimpan dana kampanye Partai Demokrat yang didapatkan dengan cara ilegal (slush fund).
Selain itu, Hinca menduga pemberitaan Asia Sentinel tersebut ditunggangi oleh kepentingan politik. Kendati begitu ia masih belum mengetahui siapa pihak yang yang menungganginya.
"Kami menengarai ini ditunggangi. Jadi ini enggak lagi murni soal kebebasan pers tapi kami harus clear kan dulu soal kebebasan persnya supaya fair, mudah membuka dimana penunggangan itu," terang Hinca.
"Karena itu tidak hanya media, para pihak yang juga menyebarluaskan ini tentu kami kejar. Dalam konteks meminta tanggung jawabnya," lanjut Hinca.
CNNIndonesia.com mencoba mengakses kembali laporan Asia Sentinel tersebut pada pukul 12.01 WIB, namun artikel tersebut sudah tidak ada dan berganti menjadi artikel berjudul UPDATE: Asia Sentinel Story on Indonesian Corruption Goes Viral. (sah/wis)