Sebab, angka tersebut dinilai memberatkan partai politik untuk bisa masuk ke parlemen. Semua pihak pun akan melakukan apa saja untuk "bertahan hidup".
"Partai-partai untuk bekerja maksimal semua mungkin akan all out untuk menembus 4 persen jumlah anggota legislatif yang ada di Senayan," kata Tito, Jakarta, Selasa (18/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar 3.000 personel gabungan kedua institusi tersebut pun hadir dalam apel yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Tito.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam simulasi pengamanan aksi terorisme untuk mengamankan Asian Games di JIEXPO Kemayoran, Jakarta (26/7). (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
"Kerawanannya bisa terjadi di tingkat nasional, bahkan tingkat daerah," ujar dia.
Sementara itu, Hadi menyatakan bangga melihat soliditas jajarannya bersama Polri yang berlangsung sejak pengamanan Idul Fitri tahun ini. Ia pun meyakini, soliditas TNI dan Polri ini akan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Lihat juga:Prabowo Minta TNI Tak Ikut Berpolitik |
Lebih lanjut Hadi menerangkan, dalam pengamanan Pemilu 2019 nanti, TNI menyiapkan pasukan sesuai dengan permintaan Polri.
Operasi Mantap Brata 2018 akan digelar selama 397 hari, mulai 20 September 2018 sampai dengan Oktober 2019. Polri sendiri menyatakan akan menerjunkan sebanyak 272.880 personelnya dalam operasi ini.
Foto kolase sejumlah pengurus parpol dengan nomor urut nya di Pemilu 2019, di Gedung KPU, Jakarta, Minggu (18/2). (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir) |
(mts/arh)
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam simulasi pengamanan aksi terorisme untuk mengamankan Asian Games di JIEXPO Kemayoran, Jakarta (26/7). (
Foto kolase sejumlah pengurus parpol dengan nomor urut nya di Pemilu 2019, di Gedung KPU, Jakarta, Minggu (18/2). (