Nama Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak pun muncul dan mengisi posisi sebagai koordinator di koalisi ini.
"Koordinator jubir ada doktor Dahnil Anzar, Ketum Pemuda Muhammadiyah. Terus ada tokoh-tokoh yang akan kita kedepankan dan besok bisa dilihat langsung nama itu," kata Eddy di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (19/9) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dahnil kata Eddy, telah bersedia bekerja all out, bahkan melepaskan statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk memenangkan Prabowo-Sandi.
"Bahkan Mas Dahnil sebagai seorang PNS telah menyatakan siap mengundurkan diri agar bisa berfokus penuh menjalankan fungsinya sebagai jubir selama delapan bulan," kata Eddy.
"(Bunny Yani) Masuk namanya. Dia anggota aja. Masuk bidang media," kata dia.
Eddy mengatakan Koalisi Adil Makmur tak mempermasalahkan status hukum Buni Yani itu. Dia bahkan mengklaim Buni Yani memiliki tekad yang cukup besar untuk memajukan bangsa
"Persoalan Pilpres ini kan siapa yang mau bergabung dan ada nilai tambahnya atau bisa menambah energi, bukan masalah. Dan menurut kami walau dia dihukum tapi nilai juangnya tinggi," kata dia.
Struktur tim pemenangan Koalisi Adil Makmur belum diungkap secara utuh ke publik. Namun, dari sejumlah pernyataan elite PKS dan Gerindra, tim pemenangan ini nantinya bakal dipimpin oleh Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso.
Saat itu Djoko Santoso diberi tugas memenangkan Anies-Sandi di Jakarta Timur dan berhasil melaksanakan tugas itu. Anies-Sandi bahkan berhasil mengalahkan pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) -Djarot Saiful Hidayat. (wis/tst/wis)