Namun dia tak merinci siapa-siapa saja yang diajukan putri mantan Presiden RI ke-4 Abdurahman Wahid atau karib disapa Gus Dur ke dalam timses Prabowo-Sandiaga tersebut.
"Ada 10 sampai 12 nama yang diajukan (Yenny Wahid) tapi saya tidak hafal siapa-siapa saja," kata Sandi ditemui di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Kamis (20/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait Yenny yang akan bergabung dengan Badan Pemenangan, Sandi belum bisa memastikan. Namun, kata dia sejauh ini pihaknya masih terus berkomunikasi dengan Yenny.
"Sudah tadi ba'da (setelah) maghrib sudah ditandatangani," katanya.
Mengenai posisi Yenny yang kemungkinan masih bisa berubah, Sandi mengaku telah menyiapkan klausul khusus kepada KPU. Jadi seandainya Yenny bersedia untuk bergabung, maka namanya bisa menyusul untuk dimasukkan dalam Badan tersebut.
"Kan kita sudah menaruh klausul bahwa seandainya ada tambahan dan kekurangan atau mungkin orang yang menyampaikan tiba-tiba berubah pikiran," kata dia.
"Jadi nanti kalau sudah pasti nama Bu Yenny bisa dimasukkan," kata dia.
Mantan Panglima TNI Jenderal Purn Djoko Santoso pun tampak hadir di rapat itu. Selain Djoko, nampak Siti Hediati Hariyadi atau karib disapa Titiek Soeharto juga mengunjungi kediaman mantan suaminya tersebut.
Djoko mengatakan, rapat ini digelar sebelum mereka memutuskan mendaftarkan nama-nama BPN Koalisi Adil Makmur ke KPU yang sedianya dilakukan malam ini juga. (tst/osc)