Kasus BLBI, Syafruddin Tumenggung Hadapi Vonis Hakim

Tim, CNN Indonesia | Senin, 24/09/2018 11:11 WIB
Kasus BLBI, Syafruddin Tumenggung Hadapi Vonis Hakim Syafruddin sebelumnya dituntut 15 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi SKL BLBI. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Tumenggung akan menghadapi vonis hakim dalam sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, hari ini, Senin (24/9).

Syafruddin sebelumnya dituntut 15 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI).

Ia dianggap telah memperkaya diri sendiri dan orang lain dengan menerbitkan SKL BLBI kepada PT Gajah Tunggal Tbk sekaligus pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim pada 2004 silam.

Syafruddin dituntut karena melakukan korupsi bersama-sama dengan Dorodjatun, Sjamsul Nursalim, dan istrinya Itjih Nursalim. Adapun total kerugian negara akibat perlakuan Syafrufdin itu mencapai Rp4,58 triliun.


Syafruddin diyakini telah menghapus piutang BDNI kepada petani tambak yang dijaminkan oleh dua perusahaan yang diyakini milik Sjamsul Nursalim yakni PT Dipasena Citra Darmadja (PT DCD) dan PT Wachyuni Mandira (PT WM). Tak hanya itu, Syafruddin disebut telah menerbitkan Surat Pemenuhan Kewajiban Pemegang Saham.

Dalam surat pembelaannya, Syafruddin mengaku tak mengenal Sjamsul Nursalim. Ia juga tak pernah berhubungan baik saat masih menjabat sebagai Ketua BPPN maupun ketika sudah tidak menjabat. (pris/gil)


BACA JUGA