Hal itu merespon LADK pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang dalam LADK-nya hanya berjumlah Rp2 miliar.
"Kami sangat menyayangkan kalau ada yang melaporkan dana kampanye hanya sekedar untuk memenuhi tanggungjawab tanpa disertai komitmen akuntabilitas," ujar Hasto di Rumah Cemara, Jakarta, Senin (24/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Hasto mengklaim komitmen akuntabilitas sudah dibuktikan oleh pasangan Jokowi-Maruf lewat LADK. Jokowi-Maruf, kata dia, terbuka menyebut LADK mencapai Rp11,9 miliar. Jumlah tersebut, kata Hasto, berasal dari sumbangan perseorangan, korporasi, dan parpol.
Capres Prabowo Subianto menunjukan gestur dua jari, yang merupakan simbol nomor urutnya di Pemilu 2019, di gedung KPU, Jakarta, Jumat (21/9). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/kye/18) |
"Rp11,9 miliar itu dana supporting untuk operasional dan sebagainya, logistik, menaikkan survei. Kira-kira persepsi rakyat terhadap Jokowi-Maruf ditinjau dari logistik itu mana yang mereka sukai. Komunikasi politik juga diperlukan dan untuk beberapa deklarasi," papar dia.
Meski demikian, Hasto juga mengklaim penggunaan dana kampanye akan menyesuaikan kebutuhan dan keinginan Jokowi-Maruf. Hasto mencontohkan Jokowi tidak ingin menggunakan dana kampanye untuk memasang baliho. Sebab, Jokowi lebih ingin blusukan.
(panji/arh)
Capres Prabowo Subianto menunjukan gestur dua jari, yang merupakan simbol nomor urutnya di Pemilu 2019, di gedung KPU, Jakarta, Jumat (21/9). (