Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menyatakan pihaknya tak mau gegabah mendukung salah satu calon presiden dan wakil presiden.
PBB sebelumnya menunggu hasil ijtimak ulama II soal arah dukungan Pilpres 2019. Kemudian Ijtimak telah menyatakan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun, PBB masih mempertimbangkan untuk mendukung Prabowo_Sandi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Yusril berkaca dari pengalaman saat pilpres 2009. Saat itu PBB menyatakan dukungan pada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang didukung pula oleh PKB, PPP, termasuk Demokrat.
Menurutnya, hal ini terjadi lantaran masyarakat cenderung memilih asal partai capres yang diusung.
"Demokrat justru naik dua kali lipat, PKB naik setengah, PPP turun hampir 30 persen, dan PBB hilang dari DPR. Itu pengalaman bagi kami," katanya.
Upaya hati-hati ini disebut Yusril merupakan langkah strategis PBB yang tak mau buru-buru memutuskan dukungan.
Di sisi lain, Yusril juga tak menjelaskan lebih jauh apakah PBB bakal mendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam pilpres 2019.
"Negatifnya memang kalau memilih misalnya capres ini akan memilih partai ini. Maka sebenarnya kami lebih menghendaki kalau satu partai satu calon," ucapnya.
(pris)